Online 40 Pengunjung

Selamat datang di Portal Web Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar, biasa disingkat KPBWM atau Kompa Dansa Mandar atau KDM.         Bergabunglah bersama kami, Komunitas untuk mendapatkan berbagai informasi seputar budaya serta wisata yang ada di Tanah Mandar.

Home Wisata Mamuju Utara Wisata Bahari "Pantai Salu Kaili" Mamuju Utara

Wisata Bahari "Pantai Salu Kaili" Mamuju Utara Cetak
oleh Muhammad Junaedi Mahyuddin   
Rabu, 11 September 2013 14:41 | Tampil : 1440 kali.

Pantai Salu Kaili adalah salah satu daerah wisata bahari yang ada di Mamuju Utara. Kabupaten Mamuju Utara merupakan gabungan dari kecamatan Pasangkayu, Sarudu, Baras dan Bambalamotu. Pantai Salu Kaili berada tepat di daerah yang hanya ditempuh sekitar tiga jam jika berkendara kendaraan bermotor dari kota Mamuju Utara (Pasang Kayu). Kata Salu berarti “laut” dalam bahasa Kaili dan kata “Kaili” sendiri diambil karena di daerah tersebut mayoritas didiami oleh orang Kaili, jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang berarti lautnya orang Kaili. Jadi, wajar adanya Pantai tersebut dinamakan Salu Kaili karena di daerah tersebut mayoritas didiami oleh penduduk dari Suku Kaili.

pantai salu kaili mamuju utara

Gerbang selamat datang wisata bahari Pantai Salu Kaili Mamuju Utara (Foto : Muhammad Junaedi Mahyuddin)

Suku kaili adalah suku dari Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya wilayah Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kota Palu, di seluruh daerah di lembah antara Gunung Gawalise, Gunung Nokilalaki, Kulawi, dan Gunung Raranggonau. Mereka juga menghuni wilayah pantai timur Sulawesi Tengah, meliputi Kabupaten Parigi-Moutong, Kabupaten Tojo-Una Una dan Kabupaten Poso. Masyarakat suku Kaili mendiami kampung/desa di Teluk Tomini yaitu Tinombo,Moutong,Parigi, Sausu, Ampana, Tojo dan Una Una, sedang di Kabupaten Poso mereka mendiami daerah Mapane, Uekuli dan pesisir Pantai Poso.dan tak dapat dipungkiri keberadaan mereka di daerah tersebut karena daerah Mamuju Utara berbatasan langsung dari Sulawesi Tengah.

Pantai Salu Kaili membentang sekitar satu kilometer dengan gulungan-gulungan ombak kecil yang sangat pas untuk bermain air bersama keluarga. Beberapa jenis tumbuhan yang masih tumbuh lebat di pesisir pantai yang menjadikan tempat ini sangat tepat untuk berteduh sambil menyaksikan keluarga kita bermain air laut. Dengan pohon yang masih lebat pun sangat tepat digunakan sebagai tempat untuk bakar-bakar ikan, kebanyakan masyarakat di sekitar Mamuju Tengah memanfaatkan itu untuk bakar-bakar ikan setelah selesai bermain air laut. Di sekitar pantai juga kita dapat duduk di kafe milik masyarakat setempat yang menyediakan aneka macam makanan ringan/berat dan minuman non beralkohol sambil menikmati hembusan angin Selat Makassar.

Untuk masuk ke kawasan Pantai Salu Kaili kita tak perlu membayar retribusi dengan kata lain gratis secara materi-sama seperti Sang Pencipta yang mengratiskan kita untuk menikmati ciptaanNYA, cukup gratisannya itu dibayar dengan prilaku menjaga kebersihan pantai Salu Kaili.

Penulis :

muhammad djunaedi mahyuddinMuhammad Junaedi Mahyuddin, saat ini menetap di Jati Sari - Semarang, Jawa Tengah, domisili asal di Kelurahan Banua Baru Kec. Wonomulyo Kab. Polewali Mandar. Menamatkan pendidikan di SMU Neg 2 Polman dan alumnus Universitas Negeri Makassar. Hobi menulis artikel bertemakan budaya, menyukai dunia pendidikan, fotografi, serta travelling.

Kontak Saya :

 

 

Comments 

 
#1 Teten Idrus 2017-11-21 09:50
Terima kasih telah menulis existensi masyarakat kaili di Mamuju Utara
Quote
 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :



Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar - Kompadansa Mandar
Desktop Version || Mobile Version || Feeds || Blog || Album Picasa || Saluran Youtube
Desain - Copyright © 2013-2018